27 Mei 2009

Seia sekata

Melewati sebuah ruas jalan di kotaku, terlihat jejeran gereja dari berbagai denominasi. Apakah ini suatu hal yang membesarkan hati ? Mula-mula, ya, karena tampaknya ini menggambarkan pertumbuhan umat Tuhan.

Tetapi, di sisi lain, ada yang mengkhawatirkan. Banyaknya denominasi juga menunjukkan bahwa orang Kristen sebenarnya tidak sepaham dalam banyak hal. Bukan hanya ada soal perbedaan denominasi, di suatu ruas jalan lain aku melihat dua gereja (satu berupa gedung gereja dan satu lagi berupa ruko yang diubah menjadi gereja) berdiri berdampingan, karena memang berasal dari satu gereja, tetapi memiliki dua jemaat yang beda pendeta : tidak ada perbedaan doktrin dan tata ibadah sama sekali, yang ada ialah parbadaan di antara pengurus gereja.

Mungkinkah Tuhan Yesus menginginkan umatNya berkumpul di sekitarnya sambil tonjok-tonjokan, ledek-ledekan, sikut-sikutan, maki-makian, fitnah-fitnahan, dakwa-dakwaan ? Uugh... masing-masing mengatakan yang lain bukanlah anak Tuhan. Sungguh menyedihkan!

Kalau mau dipukul rata, maka semua yang mengaku orang Kristen adalah orang sesat!

Aku merindukan Yesus. Aku merindukan umatNya yang sungguh-sungguh mengenalNya dan mengikuti perintahNya untuk saling mengasihi.


Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
(1 Korintus 1:10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.