Hidup seperti menjalani hari demi hari. Rutin.
Lalu seorang kerabat mengabarkan kematian seorang yang kita kenal.
Lalu di perempatan jalan terlihat bendera dari kertas minyak berwarna merah. Seorang tetangga mendahului kita tiba di ujung perjalanan.
Aku baru saja menghadiri acara parsaurmatuaon seorang saudara.
Acaranya ramai : dihadiri sekitar 1.500 - 2.000 orang. Para suhut lelaki melilitkan sor tali bertabur lempeng emas, perempuan mengenakan gondang emas di sanggulnya.
Kematian mengusik rutinitas kita. Haruskah ditangisi ? Atau dirayakan ?
14 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.