Ada kalanya kita mencoba menyampaikan Injil kepada seorang yang kita kasihi, tetapi ia tidak mau menerima.
Lain waktu, kita mungkin mengingatkan seorang kekasih yang berkelakukan tidak seturut dengan Firman Tuhan. Atau, kita mencoba menyelamatkan seorang yang hendak meninggalkan imannya kepada Kristus. Tetapi, orang tersebut tidak mendengarkan kita.
Haruskah kita kecewa ?
Seorang murid Yesus bernama Lukas bercerita tentang perjalanannya dengan Rasul Paulus dalam memberitakan Injil. Paulus adalah seorang orator dan pengajar yang hebat. Mungkin karena itu orang datang mendengarkan dia.
Tetapi, siapakah yang membuat pendengarnya mau membuka hati ? Beginilah menurut laporan Lukas :
Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
(Kisah Rasul-rasul 16:13,14)
09 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.