12 Mei 2009

Jangan bergantung kepada hikmat manusia

Pernah baca iklan kebaktian Minggu atau seminar rohani Kristen di koran ?

Biasanya di sana dijelaskan siapa yang jadi pembicara dan pengkhotbah. Biasanya pula ditampilkan sedikit latar belakangnya : entah dia seorang pengkhotbah yang dipakai Tuhan secara luar biasa, seorang atau mantan seorang pengusaha atau profesional yang luar biasa, mantan dukun yang sakti mandraguna, artis top yang sudah jadi idola dunia... Pendek kata, "jangan ketinggalan, hadirilah berramai-ramai, bawalah sanak keluarga dan teman,... akan ada xxxxx yang hebat sebagai pembicara utama."

Seorang rasul Kristus bernama Paulus menuliskan bahwa dia menyampaikan kesaksian bukan dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat. Begini katanya :

Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu


Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.


Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.


Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,


supaya iman kamu jangan bergantung kepada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah


(1 Korintus 2:1-5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.