16 Mei 2009

Sebuah pesta kawin

Dimulai dari Pukul 04.00. Para ibu dan perempuan dewasa sudah mandi dan pergi ke salon. Ada juga yang dirias di rumah. Hampir semuanya bersanggul dan berkebaya. Cantik-cantik.

Para pria berpakaian jas. Ganteng-ganteng.

Lalu, rombongan pengantin pria menjemput rombongan pengantin wanita. Sarapan pagi di rumah keluarga pengantin wanita : masibuha-buhai.

Ke gereja. Masuk konsistori. Sudah ada petugas catatan sipil. Tanda-tangan mempelai dan saksi-saksi. Tanda tangan oleh petugas. Sah menurut aturan negara!

Foto-foto dulu di altar. Bersama semua keluarga dari pihak pria maupun wanita. Kalau ada rekan kerja atau sahabat, boleh juga foto. Perlu mengabadikan segala sesuatunya. Tak lupa video shooting.

Pukul 11.00. Diiringi lagu Hawaiaan Wedding Song (?) mempelai masuk ke dalam gedung gereja dengan didahului sepasang bocah yang melempar-lemparkan melati.

Seorang perempuan Batak dan seorang lelaki Batak berjanji di hadapan jemaat Tuhan bahwa mereka akan saling menjaga, saling menghormati dan saling mencintai dan akan tetap bersama hingga maut memisahkan.

Mereka bertukar cincin. Tepatnya : mereka saling menyematkan cincin yang berpasangan.

Mereka bahagia. Orangtua kedua mempelai berbahagia. Tamu-tamu berbahagia.

Dilanjutkan dengan acara adat.

Uduran ni sude horong tondong memasuki gedung tempat acara digelar dengan iringan musik modern yang dipadu dengan musik tradisional.

Dengke dipasahat.

Pandita mengutip satu dua ayat - asallah ada. Lalu berdoa makan.

Sekitar 1000 orang tamu bersama-sama makan. Rap mangan. Rampak mangan.

Hidangan berlimpah. Seluruh undangan bahagia.

Jambar dibagi. Pinggan bolak dan pinggan panganan diedarkan.

Semua bersuka cita.

Lalu, manjalo tumpak. Orang-orang menyalam pasangan pengantin sambil memasukkan amplop tumpak ke dalam sambong. Diiringi musik meriah.

Lanjut : acara panandaion. Berkenalan sambil bagi-bagi uang. Lama. Lapet dan kopi dan teh manis dibagi.

Diteruskan dengan tintin marangkup : penghormatan kepada pihak Tulang dengan menyerahkan beberapa lembar uang (bagian dari sinamot) beralas beras.

Kemudian, mangulosi. Lama juga. Lapet dan kopi dan teh sudah habis.

Lalu, apa lagi ya .... ?

Ketika acara ditutup dengan doa, jam sudah menunjukkan pukul 19.00.

Berakhirlah bagiku hari ini sebuah acara halak Batak Kristen yang aku ikuti mulai dari jam 11.00.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.