Bagaimanakah jemaat dapat memercayai orang-orang yang memegang jabatan sebagai pemimpin di gereja atau berdiri di mimbar untuk mengajar, sementara itu nyata-nyata mereka saling bertengkar dan berkelahi untuk berbagai hal ? Benarkah mereka itu hamba Tuhan ? Ataukah mereka cuma tak lebih dari orang gajian yang mencari nafkah di sebuah organisasi bernama gereja ?
[...] sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.
(2 Timotius 2:24-26)
07 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.