Apakah yang dicari orang ?
Jawaban paling sering adalah uang, karena dengan uang manusia bisa membeli barang dan jasa dan memenuhi semua kebutuhannya.
Lalu, ada yang menjawab : teman atau koneksi, karena dengan pertemanan bisa mendapatkan berbagai hal dalam hidup, termasuk uang.
Ada pula yang menjawab : pendidikan dan gelar akademik yang mentereng, karena itu akan membukakan pintu kesempatan yang luar biasa.
Tak sedikit menjawab : kekuasaan, karena kemampuan menguasai dan mengendalikan orang lain memungkinkan orang untuk mendapatkan apa saja yang diinginkannya.
Ada lagi banyak jawaban lain.
Beberapa orang telah mendapatkan apa yang dicarinya. Sempurnakah hidup mereka? Dapatkah mereka menatap matamu dengan percaya diri dan berkata : inilah hidup yang sesungguhnya, hidup yang kuinginkan, hidup yang kuingin juga dinikmati oleh semua orang ?
Manusia, oh, manusia... Engkau mewarisi kelinglungan orang-orang sebelummu, dan kau meneruskannya kepada orang-orang sesudahmu . Mengapakah engkau tidak mencari yang berarti dalam hidup ?
Apakah yang seharusnya kita cari siang dan malam agar kita menjalani hidup sebagaimana layaknya seharusnya hidup dijalani ? Apakah yang menjadikan hidup berarti dan membuat Tuhan berkenan kepada kita ?
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombonngan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.
Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.
Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
Buahku lebih berharga daripada emas, bahkan daripada emastua, hasilku lebih daripada perak pilihan.
Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,
supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
.....
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
Dengarkanlah didikan, maka kau menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.
(Amsal 8:12-22,32-35)
03 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.