23 Mei 2009

Beribadah atau berbuat baik ?

Besok adalah hari Minggu. Seperti biasanya koran edisi Sabtu yang kubaca memuat berbagai iklan ibadah Minggu dari beberapa gereja.

Ibadah. Kata ini mengingatkan kita akan kewajiban dan tanda sebagai penganut agama tertentu. Orang yang beribadah dianggap sebagai orang yang dekat dengan Tuhan.

Ibadah bukan hanya sekedar datang ke rumah ibadah, tetapi juga melakukan tata ibadah yang dipersyaratkan. Beberapa agama mempersyaratkan membawa korban persembahan. Di lingkungan Kristen ada yang disebut 'persembahan' yang tak lain adalah pengumpulan dana untuk berbagai kegiatan gereja dan menafkahi pemimpin jemaat.

Besok kita halak Kristen akan ke gereja. Kita pun akan membawa durung-durung untuk dimasukkan ke dalam kantong kolekte. Mungkin kita pun - kalau jadi anggota koor - akan mempersembahkan suara kita. Atau kita akan mempersembahkan waktu kita untuk kegiatan panitia pembangunan gereja.

Apakah kita merasa sudah menjalankan ibadah dengan benar ? Apakah yang menjadi korban persembahan kita kepada Tuhan ? Apakah itu yang diminta Tuhan dari kita ?


"Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-doma dan kambing jantan tidak Kusukai.

Apabila kamu datang untuk menghadap hadiratKu, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait SuciKu ?

Jangan lagi membawa persembahan yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagiKu. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagiKu, Aku telah payah menanggungnya.

Apabila kau menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan mukaKu, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mataKu. Berhentilah berbuat jahat,

belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

(Yesaya 1: 11-17)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.