Kemarin.
Dua ribu orang memadati halaman rumah yang luas dan jalan depan rumah yang sudah diberi tenda. Puluhan bunga papan dari berbagai kalangan berjajar sepanjang jalan menuju lokasi acara. Tulisan turut berduka cita yang tertera di setiap papan bunga tak tergambar pada wajah terang anak-anak almarhum. Satu-satunya yang tampaknya sungguh bersedih adalah isterinya yang duduk lunglai di sisi peti jenazah.
Memang, ini acara saurmatua seorang yang telah mencapai 'finish' dengan sempurna. Semua anak dan borunya telah berrumah tangga dan menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka juga memiliki karir dan usaha yang baik.
Hamoraon, hagabean , hasangapon tampaknya telah didapatkannya. Apa lagi yang bisa diminta seorang Batak ?
Sambil mendengarkan gondang yang tak henti-henti mengiringi orang manortor, aku tercenung : aku tak akan pernah tiba di level ini. Apakah hidupku tidak akan pernah sempurna ?
Seorang kerabat meninggalkan dunia dengan jejak rekam yang indah. Apakah yang akan kutinggalkan kelak ?
26 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.