Tentang keselamatan sebagai anugerah, bukan sebagai hasil pekerjaan baik manusia, seringkali diplesetkan menjadi 'manusia yang telah diselamatkan tak perlu berbuat baik.' Kalau kita mau cermat menanggapi kata-kata ini, maka sungguhlah benar : tak perlu berbuat baik; tetapi, di sisi lain : manusia yang telah diselamatkan tak bisa berbuat lain, kecuali berbuat baik. Singkat kata : perbuatan baik adalah buah perpindahan dari hidup yang ada di bawah kegelapan dosa dengan hidup yang ada di bawah terang keselamatan.
Oleh karena itu, sungguh menyedihkan jika di antara kita halak Batak Kristen masih banyak yang berkelakukan jauh dari apa yang disebut baik. Berhakkah kita menyebut diri sebagai umat Tuhan ? Bukankah ciri umatNya adalah rajin berbuat baik ? Jangan-jangan kita cuma mengaku-aku sebagai umatNya, padahal kita tak lebih dari keturunan si ular beludak - raja para pendusta - yang tak pernah lekang dari perbuatannya yang jahat ?
[Yesus Kristus] yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik
(Titus 2:14)
22 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.