24 April 2009

Anak kecil dan Tuhannya

Malam kemarin, ketika di kamar aku bekerja di depan komputer, anakku yang beberapa hari lagi akan memasuki ulang tahunnya yang kelima, memanggilku," Pa, lihat Pa...!" Di tangannya ia memegang Alkitab besar milik ibunya dan membuka sembarang halaman dan kebetulan terpapar Kitab Keluaran, lalu mulai melafalkan ayat di halaman tersebut dengan hati-hati, seperti mengeja suku-suku kata. Namun begitu, ia bisa menyelesaikan bacaan itu dengan lengkap dan terdengar jelas.

"Aku sudah bisa baca 'kan Pa ?!" serunya dengan riang. Kemudian dia melanjutkan membaca dan dari bibirnya yang mungil keluar suara yang bening melantunkan ayat yang tertera di dalam kitab suci .

Aku menatapnya dengan bangga. Ini untuk pertama kali dia membuka Alkitab dan bisa membacanya. "Bagus sekali," aku memuji. "Sekarang tunjukkan pada Mama dan kakak-kakakmu, kamu sudah bisa baca Alkitab."

Dia melompat dari tempat tidur, lalu keluar kamar menemui ibunya dan kedua anak gadis yang bekerja bersama kami dan dipanggil anakku sebagai kakak. Suaranya yang kencang terdengar dari ruang makan. Terdengar dia membaca Amsal 15:3 yang merupakan ayat hapalannya pada Natal yang lalu.

Mungkin, saat ini dia membaca Alkitab hanya sekedar pamer. Tetapi, aku berharap dan berdoa bahwa pengetahuannya yang baru akan membawanya mengenal Tuhan lebih baik. Tersembunyi di dalam hatiku, aku berharap anakku kelak akan menjadi pelayan Firman Tuhan yang melayani di ladangNya.

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tanganNya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-muridNya memarahi orang-orang itu

Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalangi-halangi mereka datang kepadaKu; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."

Matius 19 : 13,14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.