Meski manusia telah ditebus oleh Yesus dari hidup mereka yang sia-sia, tidak berarti perjalanan mereka di bumi ini akan mulus-mulus saja. Pencobaan masih akan ada. Bahkan, pencobaan itu bisa menyesatkan mereka, dan membuat mereka menyimpang dari jalan keselamatan yang telah disediakan oleh Yesus.
Entah mengapa, ada sebagian orang Kristen begitu yakin bahwa mereka yang mengaku telah menerima tawaran keselamatan dari Tuhan tidak mungkin kehilangan keselamatannya (konon, kata mereka, ada ayat Alkitab yang mendukung pandangan ini). Ugh...
Aku percaya Allah berdaulat atas ciptaanNya, termasuk untuk menetapkan siapa yang boleh masuk ke dalam RumahNya yang Kekal. (Aku masih harus belajar, apakah keselamatan berdasarkan ketetapan Allah semata atau penerimaan atas tawaran keselamatan dari Allah). Tetapi, tidak pernah Allah mengatakan bahwa kavling di surga digaransi bagi mereka yang menolak kewarganegaraan surga tersebut dan memilih setia kepada penghulu dunia kegelapan.
Jika kita mengaku bahwa kita memiliki kewarganegaraan surga, maka kita pun mengarahkan cara hidup sebagaimana layaknya pemegang paspor surga. Kita harus 'mengerjakan keselamatan kita' (Filipi 2:12), artinya : kita harus hidup sebagai orang yang telah diselamatkan. Adalah benar sepenuhnya, kelakuan yang baik tidak dapat dijadikan dasar untuk mendapatkan paspor hidup yang kekal. Tetapi, orang yang berkata bahwa dia telah diselamatkan, tetapi tidak ada pembaruan akal budi, tidak menunjukkan kasih terhadap Allah dan sesama, tidak rindu akan Firman Allah adalah pembohong dan pembual.
Bagaimana dengan pencobaan ? Dapatkah kita mengatakan kita adalah warga surga, jika kita membiarkan keinginan daging menguasai hidup kita dan bergenit-genit dengan kelakuan duniawi?
Seorang pengikut Yesus bernama Yakobus mengingatkan :
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila doa itu sudah matang, ia melahirkan maut
(Yakobus 1:12-15)
28 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.