Karena hari ini adalah hari Kartini, pikiranku menerawang : seperti apakah wanita Indonesia ideal saat ini ?
Jika mengganggap majalah wanita yang dibaca isteriku memberikan gambaran yang tepat, maka wanita itu akan memenuhi persyaratan sebagai berikut : cantik (ya rupanya, ya tubuhnya, ya tata riasnya, ya pakaian and aksesori yang dikenakannya), berpendidikan sarjana atau lebih tinggi, berkarir, aktif dalam kegiatan sosial, terlibat dalam isu-isu popular seperti kesetaraan gender dan pemanasan global, modern (melek teknologi, punya banyak teman di Facebook,...),...
Sementara itu, di kolom Kontak Jodoh di koran Kompas Minggu, persyaratan tipikal wanita yang dicari pria adalah : .... putih, cantik, kerja tetap/wiraswata, baik, sederhana, sabar, jujur, setia, tanggung jawab, penyayang, perhatian, terbuka, humoris, sehat jasmani rohani, tidak materialistis, menerima apa adanya,...
Perempuan.
Makhluk yang diciptakan oleh Yang Mahakuasa sebagai penolong bagi manusia laki-laki ini dibebani dengan bermacam-macam tanggung-jawab dan persyaratan. Emansipasi yang mengehandaki perlakuan yang adil bagi makhluk Tuhan yang berjenis kelamin wanita, bergeser menjadi pembebasan dan kebebasan perempuan yang tak lagi tunduk kepada kodrat dan rancangan Sang Pencipta.
Perintah agar isteri 'tunduk kepada suami' dianggap sebagai saran manis dari Rasul Paulus yang tidak perlu terlalu didengarkan, karena Paulus tidak begitu paham psikologi pernikahan.
Perempuan setara dengan pria. Bahkan boleh lebih dari pria. Dia tidak lagi sekedar penolong, dia bisa mengambil alih kendali rumah tangganya, bahkan boleh menjadi pemimpin atas jemaat pria. Argumen sosiologi, psikologi, antropologi dan teologis untuk pembenaran perubahan peran perempuan ini diamini oleh banyak orang Kristen dan gereja. Duh, dunia yang semakin pintar....
Aku sendiri tidak begitu paham tentang banyak hal mengenai peran wanita modern yang benar di mata Tuhan. Yang selalu kurindukan dimiliki isteriku - dan yang aku yakin dikehendaki Tuhan - adalah sifat cinta dan hormat kepada Tuhan.
Isteri yang cakap
siapakah akan mendapatkannya ?
Ia lebih berharga daripada permata.
Hati suaminya percaya kepadanya,
suaminya tidak akan kekurangan keuntungan
Ia berbuat baik kepada suaminya
dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya
......
Ia bangun kalau masih malam,
lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya,
dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan
......
Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas,
mengulurkan tangannya kepada yang miskin
......
Ia membuka mulutnya dengan hikmat,
pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya
.....
Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia,
pula suaminya memuji dia:
Banyak wanita telah berbuat baik,
tetapi kau melebihi mereka semua.
Kemolekan adalah bohong dan
kecantikan adalah sia-sia,
tetapi istri yang takut akan TUHAN dipuji-puji
(Amsal 3:10-12,15,20,26,28-30)
21 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.