08 April 2009

Terima kasih, Tuhan

Kadang-kadang aku mendapat undangan 'kebaktian pengucapan syukur' dari kerabat Kristen yang mendapat berkat khusus dari Tuhan, entah itu promosi jabatan, memasuki rumah baru, anak lulus ujian,...

Mungkin tidak ada yang keliru dalam kebaktian demikian.

Yang keliru adalah kita lupa mengucapkan syukur ketika kita mendapat berkat yang tak berkesudahan dari Tuhan : matahari yang setia bersinar, tubuh dan semua panca indranya, orang-orang yang peduli kepada kita,...

Bukankah pagi ini selayaknya aku mengatakan "Terima kasih, Tuhan." Ada banyak alasan untuk mengatakan hal itu dengan sungguh-sungguh. Aku hanya perlu melihat lebih dalam terhadap berkat yang tak kusadari di timbunan berkat yang diberikan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.