Kemarin Minggu di gereja kami diadakah kebaktian fajar Paskah pukul 05.30. Di halaman samping gereja dijejer kursi lipat. Tanpa tenda.
Kebaktian berjalan hikmat. Namun, menurutku, pendeta tamu yang menyampaikan Firman Tuhan tidak begitu baik menyiapkan khotbahnya. Terasa monoton, tanpa greget.
Menjelang akhir khotbah, turun hujan rintik-rintik. Jemaat berhamburan ke dalam gedung gereja dan ke bawah tenda yang terpasang di depan gereja. Ternyata hujan rintik hanya berlangsung beberapa detik, tetapi jemaat sudah terlanjur beranjak dari tempat kebaktian yang direncanakan. Akhirnya, ibadah dilanjutkan di dalam gendung dan tenda di depan gereja.
Namun, ada sebagian jemaat (sepuluh hingga duapuluhan) yang bertahan di tempat semula. Mereka tidak melanjutkan ikut kebaktian, tetapi hanya berkumpul dan terlihat berbincang-bincang. Aku duduk di bawah tenda di depan gereja di baris paling belakang. Di baling punggungku ada beberapa orang yang tidak ikut duduk, tetapi berdiri berkelompok dan ngobrol ngalor ngidul tentang pemilu.
Orang Kristen tidak memiliki suatu aturan yang ketat mengenai tata cara ibadah. Ke gereja pada hari Minggu atau hari besar Kristen adalah seperti mengunjungi rumah Tuhan. Hati perlu disiapkan; penampilan perlu disesuaikan.
Tetapi, yang sering terlihat sekarang, banyak orang Kristen menjadikan ibadah di gereja hanya sebagai rutinitas dan kegiatan sosial belaka. Maka, tak heran, alih-alih mengikuti seluruh tata-ibadah, beberapa orang merasa cukup 'setor muka' di gereja. Lagu pujian, penyembahan, pengakuan dosa dan khotbah cuma sekedar pernak-pernik yang 'nggak penting-penting amat.'
Akan herankah kita, ketika suatu saat Dia yang menjadi tuan rumah kita pada hari Minggu dan hari besar Kristen itu, akan memalingkan muka ketika kita memanggil namaNya? Betapa ngerinya, setelah kita merasa kenal dan akrab denganNya dalam kunjungan rutin ke rumahNya, di luar dugaan Dia berkata," Aku tidak mengenal engkau."
13 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.