25 April 2009

Menikmati kekayaan

Hidupkanlah radio dan dengarlah para motivator. Atau, jalan-jalanlah ke toko buku; lihat di bagian buku psikologi populer atau self-help. Puluhan - mungkin ratusan - pembicara atau penulis menyampaikan pesan yang senada : setiap manusia berhak atau keberhasilan di dalam karir dan hidup sehari-hari. Sebagian dengan gamblang mengatakan, hak itu termasuk hak untuk mendapatkan kekayaan.

Di antara penganjur dan pengajar 'hak atas kekayaan', terdapat juga orang-orang yang berprofesi sebagai pendeta, evangelis atau gembala jemaat. Konon, kata mereka, ada ayat Alkitab yang mendukung ajaran mereka.

Harta adalah sesuatu yang sangat menggiurkan manusia. Dengan kekayaan, orang dapat membeli hal-hal yang menarik hati, melakukan hal-hal yang menyukakan hati dan masuk ke dalam pergaulan kelas atas yang buat orang lain iri hati.

Tetapi, apakah semua itu akan membawa kebahagiaan ?


Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia :

Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

Pengkhotbah 6:1,2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.