14 April 2009

Mendiskusikan hasil Pemilu

Sebelum masuk ke topik yang direncanakan, kelompok PA kami kemarin berbincang-bincang tentang hasil Pemilu. Sebagian menyedihkan hilangnya kesempatan "partai Kristen" masuk ke Senayan, terkena parliamentary treshold. Diskusi mengarah pada kesimpulan bahwa orang Kristen tidak kompak, maka tidak akan dapat memperjuangkan aspirasi bersama.

Aku tidak terlalu mempersoalkan kegagalan "partai Kristen", karena sejak semula tidak bersimpati dengan partai yang membawa-bawa simbol Kristen. Aku sendiri berpendapat, adalah lebih penting berperilaku Kristen daripada menggunakan label Kristen untuk meraup suara orang Kristen. Tapi, ada yang berpendapat, partai nasionalis tidak mungkin bisa menyalurkan aspirasi orang Kristen.

Nah, sekarang sudah terlihat...partai Kristen tidak lolos ke DPR (Pusat), apakah hal itu berarti suara Kristen tidak lagi mewarnai keputusan lembaga legislatif tertinggi itu ?

Menurutku, adalah lebih baik orang-orang Kristen belajar dan bekerja jauh lebih keras dari orang bukan Kristen, sembari tak putus-putusnya meminta hikmat dan perlindungan dari Tuhan, daripada berupaya masuk ke dunia politik dengan cara-cara duniawi. Seperti Yusuf di negeri Firaun dan Daniel dkk di zaman Nebukadnezar, orang Kristen pun bisa berperan di negeri ini sebagai minoritas melalui keterampilan, kerajinan, dan kebijakan yang dikarunaikan Tuhan. Berpolitik formal bukanlah jalan satu-satunya untuk ikut menentukan arah pembangunan negeri di mana kita berada.

Andainya kita bisa bertanya kepada pada caleg yang ramai-ramai ikutan Pemilu yang baru lalu...apakah engkau mencintai Tuhan dan umatNya lebih dari engkau mencintai prestise, hak, dan benefit yang didapat dari kedudukan sebagai anggota dewan yang terhormat ?

Aku berdoa dan berharap : Dalam 5 tahun ini akan muncul orang-orang Kristen yang mencintai Tuhan dengan segenap hati,dan segenap pikiran dan perbuatan mereka yang baik dan cemerlang bagi bangsa dan negara begitu mengesankan banyak orang, sehingga mereka-mereka didaulat untuk mewakili suara orang Kristen dan orang non-Kristen. Semoga tahun 2014 tidak banyak lagi orang yang muncul dari antah berantah tanpa jejak rekam yang kita kenali, dengan modal baliho besar dan poster wajahnya menggelantung di mana-mana, coba-coba mengklaim sebagai layak menjadi wakil orang Kristen di parlemen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.