27 April 2009

Musafir mengajak

Hari Minggu kemarin aku mengikuti kebaktian di gereja tempat kami biasa beribadah. Aku punya kelemahan (yang masih harus diatasi) ketika mengikuti khotbah yang, menurutku, tidak disampaikan dengan terfokus. Biasanya aku jadi melamun, mengantuk, mencoret-coret kertas warta jemaat, membaca Alkitab, atau merancang sesuatu di benakku. Pendek kata : tidak memperhatikan khotbah. Hal seperti itu terjadi kemarin. Ampunilah aku, Tuhan.

Kali ini aku menerawang mengenai perumpamaan Yesus, padahal khotbahnya tidak ada kaitan dengan perumpamaan (di awal khotbah sempat kutangkap bahwa topiknya masih seputar Paskah). Kemudian, aku membuka-buka Kidung Jemaat. Salah satu lagu yang dinyanyikan pada kebaktian pagi kemarin menyebut istilah musafir, maka pikiranku melompat ke sebuah lagu yang pernah kukenal, yaitu "Hai, musafir mau kemana?" Kucari di indeks. Ketemu.

Pagi ini aku cari lagi lagu tersebut. Sedikit banyak lagu ini menggambarkan kisah si Kristen dalam buku Pilgrim's Progress. Aku diingatkan, bahwa musafir tidak hanya sekedar berjalan menuju Rumah Kekal yang dirindukannya. Dia juga perlu menjawab pertanyaan orang-orang di sepanjang jalan yang dilaluinya. Dia pun mengajak orang-orang untuk ikut dengannya.



Kidung Jemaat 269 Hai Musafir, Mau Kemana

1.
Hai musafir, mau kemana kau arahkan langkahmu?

Kami ikut titah Raja dan berjalan tak lesu:
Lewat gunung dan dataran arah kami ke istana,
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.

2.
Apa kamu dapat tahan dalam badai yang seru?

Tangan Tuhan yang menuntun: hati kami pun teguh.
Apa pun yang dihadapi, Yesuslah membimbing kami,
Yesuslah membimbing kami, kekotaNya yang kudus.
Yesuslah membimbing kami kekotaNya yang kudus.

3.
Di neg’ri yang kamu tuju apakah harapanmu?

Jubah putih dan mahkota pemberian Penebus,
Minum air kehidupan dan kekal bersama Tuhan,
Dan kekal bersama Tuhan di neg’riNya yang kudus.
Dan kekal bersama Tuhan di neg’riNya yang kudus.

4.
Apa kami boleh ikut ke neg’ri tujuanmu?

Tentu saja, ayo mari, mari ikutlah terus!
Mari ikut sungguh-sungguh: oleh Yesus kau ditunggu,
Oleh Yesus kau ditunggu di kotaNya yang kudus.
Oleh Yesus kau ditunggu di kotaNya yang kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.