Acara televisi hari ini dijejali dengan berita perhitungan suara pemilu.
Sebagian orang lupa bahwa hari ini adalah Hari Jumat Agung.
Kemarin adalah hari pemungutan suara.
Sehari sebelum Yesus disalibkan, orang banyak yang menghadiri pengadilan Yesus juga diberi kesempatan memilih : Yesus atau Barabas.
Mereka memilih Barabas.
Suara rakyat = suara Tuhan ?
Terlepas siapapun yang memenangi Pemilu kali ini, entah itu partai yang aku dukung atau bukan, suara rakyat bukanlah suara Tuhan. Manusia yang berdosa, ketika bersepakat pun tidak akan mewakili kehendak Tuhan. Ingat kisah menara Babel ? Bukankah manusia bersepaham justru untuk menentang Tuhan ?
Marilah memandang Pemilu sebagai mekanisme bernegara yang memang perlu kita jalankan.
Sementara itu, Tuhan adalah Raja yang tidak mungkin kita pilih. Ia adalah Raja karena jabatan itu melekat pada diriNya. Ia tidak memerlukan contrengan kita di surat suara untuk menjadikan dia sebagai raja terpilih. Dia yang menetapkan sendiri untuk mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga adalah Penguasa Alam Semesta yang abadi, jauh sebelum kita ada di bumi dan jauh setelah kita meninggalkan bumi ini.
10 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.