Tidak tahu, apakah aku harus senang atau sedih mendengarkan iklan radio dari calon legislator dari kalangan Kristen.
Mulai dari caleg yang berasal dari partai berafiliasi Kristen, hingga partai yang religius nasionalis, semua menyapa pendengar dengan 'Syalom, saudaraku, yang kekasih'. Terasa sekali kerinduan para caleg agar seluruh komunitas Kristiani bersatu tidak terpisah oleh tembok gereja dan dogma denominasi gereja (bukankah ini juga harapan yang indah?) untuk memilihnya menjadi anggota legislatif (nah, yang ini aku tak tahu dasar teologisnya).
Gerakan ini seperti 'oikumene' yang dilokomotifi oleh politisi (...atau mendadak politisi?). Aku percaya, bahwa setiap orang Kristen wajib berpartisipasi dalam proses pembangunan bangsa, tetapi cukup alergi dengan politisasi agama. Jika seseorang memang selama ini sudah melayani komunitas Kristen, tentu tak perlu menebar pesona di radio, koran, billboard dan poster di pohon-pohon untuk membujuk umat Kristen memilihnya; jaringan pelayanannya tentu sudah cukup luas untuk menyampaikan 'hal-hal yang baik' tentang dirinya. Kesan yang muncul sekarang ini adalah para caleg tersebut sedang rebut-rebutan simpati orang Kristen.
Mempersatukan umat Kristen sudah seharusnya menjadi agenda setiap orang yang percaya kepada Yesus, tetapi tujuannya bukanlah untuk memperoleh dukungan politik.
Tuhan Yesus pernah berdoa untuk kesatuan murid-muridnya :
Aku telah memberikan firmanMu kepada mereka dan dunia membenci mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engka melindungi mereka dari pada yang jahat.
Mereka buka dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran.
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diriKu bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku beroda, tetapi juga untuk orang-orang, yang perecaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Dan Aku telah memberikan kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu :
Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (Yoh 17 : 15-23)
Jadi, persatuan kita orang Kristen adalah kesatuan hati, kata dan perbuatan untuk menyampaikan kepada dunia bahwa Yesus adalah utusan Tuhan yang mengasihi umat manusia.
Terkait dengan Pemilu 2009 yang segera kita jelang, baiklah kita mendoakan semua kawan-kawan seiman dan seluruh kawan-kawan kita sebangsa setanah air agar semua menempatkan hormat dan takut akan Tuhan di bawah ambisi akan kekuasaan. Memberikan suara kepada caleg yang telah menunjukkan perilaku yang teruji dan terpuji di hadapan Allah dan manusia merupakan kewajiban kita. Biarlah nama Tuhan dimuliakan melalui anggota legislatif terpilih yang sungguh-sungguh ikut pada ajaran Kristus.
17 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.