Seorang artis cantik diwawancarai oleh wartawan tentang kegiatannya di hari Minggu. Melalui bibirnya yang indah meluncurlah sederetan kesibukan yang dijalankan sang artis, mulai dari yang sifatnya untuk bersenang-senang hingga yang berkaitan dengan pekerjaan.
"Tidak ke gereja?" tanya sang wartawan yang rupanya tahu bahwa artis tersebut itu Kristen.
Sang artis menjawab,"Tidak." Konon, menurutnya, di keluarga sang artis, pergi ke gereja pada hari Minggu bukanlah suatu keharusan. "Yang penting iman," begitu katanya.
Semakin banyak orang berpendapat bahwa ke gereja tidak perlu; yang penting, menurut mereka, kita berbuat baik, tidak mengganggu orang-lain, tidak mencuri, tidak korupsi, tidak selingkuh... pendek kata "tidak munafik, seperti orang yang rajin-rajin ke gereja."
Menurutku, ada kekeliruan pemahaman di sini : sejak awal, gereja bukanlah tempat orang-orang suci atau orang mendapatkan stempel suci. Justru, gereja adalah tempat bertemunya para pendosa, dan menyadari bahwa mereka berdosa dan butuh pengampunan, dan juga mereka membutuhkan pengajaran dari pemimpin rohaninya dan persekutuan/dukungan dari teman-teman seiman.
Aku tak tahu apa yang dimaksud oleh sang artis "yang penting iman, tak perlu ke gereja."
Hari ini aku dan keluarga akan ke gereja. Ada kebutuhan untuk bertemu dengan Allah secara rutin pada hari yang khusus; ada kebutuhan untuk mengikrarkan lagi iman kepercayaan di hadapan jemaat; ada kebutuhan untuk mendapat penyegaran dan penghiburan dari kepenatan dunia; ada kebutuhan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai firman Tuhan. Seperti kata Rasul Paulus," Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan ibadah."
01 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.