Iklan-iklan politik di televisi dan koran penuh dengan hal-hal baik yang akan kita dapatkan jika memilih partai yang beriklan. Sederetan klaim mengenai kehebatan partai dan pemimpinnya, segerobak janji mengenai harapan-harapan kita yang akan diwujudkan oleh partai tersebut. Sepertinya keberadaan partai dan semua program mereka adalah semata-mata untuk kebaikan kita pemilih. Partai pun menunjukkan kepedulian dan kemurahan hati kepada kita : bagi-bagi sembako, perbaiki jalan, mengunjungi panti asuhan,... Setelah itu, bottom line-nya : ayo, pilihlah kami.
Ayo ???!!!
Ayolah...siapakah mereka yang membuat klaim dan janji itu ? Siapakah mereka dan di manakah mereka selama ini ? Apakah yang telah mereka lakukan dalam posisi mereka saat ini ? Bagaimana mereka bisa meng-klaim akan "bisa ini, bisa itu, jadi begini, jadi begitu" jika diberi kesempatan memimpin atau jadi legislator, sementara catatan masa lalu mereka tak menunjukkan prestasi apa pun ? Bagaimana mereka bisa meng-klaim peduli dengan kita rakyat, jika selama ini kita tak tahu menahu kiprah mereka di antara kita ?
Apakah spanduk dan baliho raksasa, iklan yang gencar, kegiatan insidentil bagi-bagi sembako dapat dijadikan pegangan mengenai kapabilitas dan kesetiaan partai tersebut?
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita halak Batak Kristen juga harus aktif di dalam proses demokrasi di negeri ini. Tetapi, marilah kita tidak ikut mengumbar klaim dan janji, juga tidak mau termakan oleh klaim dan janji. Untuk kita yang orang biasa, mari sungguh-sungguh memilih pemimpin dan wakil komunitas kita yang memang memiliki aspirasi sama dengan kita, bukan yang berpura-pura. Salah pilih, pemimpin dan wakil palsu itu akan menjerumuskan kita ke dalam keterpurukan. Bagaimana dengan klaim dan janji mereka ? Akh, itu 'kan cuma umpan untuk mengail ikan yang tak waspada.
06 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.