Ketika Israel dan Hamas bertempur hebat di Jalur Gaza sejak akhir tahun lalu hingga pertengahan bulan Januari yang lalu, diskusi mengenai konflik Timur Tengah sesekali menjadi topik di antara kawan. Salah satu pertanyaan," Apakah Yerusalem juga adalah kota suci umat Kristen?"
Banyak orang Kristen melakukan ziarah (atau wisata rohani, karena diselenggarakan agen perjalanan) ke Israel dan Timur Tengah, termasuk Yerusalem. Ada yang ingin dibaptis di Sungai Jordan.
Sejauh yang kupelajari dan kupahami, tidak ada perintah untuk beribadah di Yerusalem, Betlehem, Kapernaum atau melakukan napak tilas sebagai sarana meningkatkan keimanan. Kerajaan Allah yang diberitakan Yesus tidak beribukota di Yerusalem yang ada di Timur Tengah itu. Kerajaan Allah ada di antara kita.
Ketika aku di sekolah dasar, aku mendapatkan buku komik berjudul "Perjalanan Seorang Musafir." Belakangan, setelah aku dewasa, aku tahu buku itu adalah terjemahan dari buku Pilgrim's Progress karangan John Bunyan. Ceritanya tentang seseorang bernama Si Kristen yang melakukan perjalanan ziarah. Intinya, ziarah bukanlah soal mengunjungi suatu tempat tertentu, tetapi pergulatan menghadapi hambatan, godaan, keletihan ketika menuju rumah yang kekal.
Aku tak pernah berangan-angan untuk melakukan ziarah ke Yerusalem, Golgota, atau tempat-tempat lain yang disebut di Alkitab. Jauh lebih penting untuk membesukNya di rumah sakit, di penjara, di rumah jompo dan panti asuhan. Dia sendiri yang mengatakan, Dia ada di sana. Jauh lebih penting untuk mengunjungi dan berdamai dengan orang serumah, segereja dan tetangga. Itulah ziarah kita.
04 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.