Kemarin pagi aku menonton acara rohani Kristen "Mujizat" di TVRI.
Pada satu bagian ditampilkan rekaman kegiatan kelompok pemuda dari gereja yang membawakan acara tersebut. Ada lagu pujian yang diiringi musik dan koregrafi yang dinamik. Ribuan orang muda memuji Tuhan, menari dan bersukacita dengan gaya mereka yang khas. Anak-anak muda yang diwawancari pun berkomentar bahwa acara tersebut sangat menarik hati mereka.
Meskipun aku bukan anggota gereja tersebut, senang rasanya melihat pelayanan Kristen yang bisa menjangkau begitu banyak generasi muda. Memang, kegairahan beribadah bukan jaminan bahwa kehidupan beriman dan sehari-hari akan selalu selaras dengan ajaran Kristus. Tetapi, bagaimanapun itu adalah suatu langkah awal yang baik untuk memanggil anak-anak muda Kristen ke dalam persekutuan orang-orang percaya.
Hari ini aku akan mengikuti kebaktian di gereja yang tergolong gereja 'aliran lama'. Untukku yang sudah termasuk generasi 'jadul', tata ibadah yang adem ayem tak masalah (malahan aku akan canggung kalau mengikuti kebaktian yang penuh dengan gerak dan tepuk tangan), asalkan Pak Pendeta atau Ibu Pendeta yang melayani menyiapkan khotbah dengan sungguh-sungguh. Tapi, bagi anak-anak muda gereja, dapatlah kubayangkan betapa bosannya mereka dengan 'kewajiban mengikuti kebaktian' yang monoton tersebut. Mungkin, sebaiknya aku mengajukan usul kepada Majelis Jemaat untuk memperhatikan lebih seksama kebutuhan orang muda itu.
22 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.