Merayakan suatu hari tertentu sebagai hari kasih sayang hanyalah memperkuat pemahaman bahwa kasih sayang bersifat eksklusif. Seseorang kita pilih untuk kita istimewakan pada hari tersebut. Hari ini, yang dirayakan banyak orang dengan berbagai pernik berwarna pink, bukanlah hari istimewa bagiku. Kalau pun ada yang khusus hari ini adalah : sepasang teman menikah hari ini (selamat ya, kami akan datang ke pestamu); keluarga adikku merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 6 (atau yang ke 7, ya? Nanti aku selamatin lewat telepon).
Sebagai orang Kristen, kita telah dibekali dengan arti yang tegas mengenai kasih. Hukum kasih yang menjadi hukum yang utama dan terutama mengatakan bahwa kita harus mengasihi Allah dan sesama manusia. Kita pun mengasihi Yesus Juruselamat kita yang adalah Allah dan juga manusia.
Bagaimanakah cara kita mengasihi Yesus ?
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu," ucapNya, sebagaimana dicatat oleh Yohannes dalam Yoh 14:15.
Lalu, Dia mengatakan," Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintahKu kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu."
Bagiku inilah hukum dan aturan terindah. Intinya : Kita diperintahkan untuk mengasihi Allah dan manusia; tanda bahwa kita mengasihi Allah dan manusia (yaitu Yesus) adalah dengan mengikuti perintah Yesus; jika, kita telah melakukan perintahNya itu, maka kita akan mendapatkan sukacita yang sempurna; dan perintahNya adalah : kita harus saling mengasihi.
Di dalam Alkitab tidak ada perintah yang lebih tegas daripada perintah kasih ini. Yesus memang meminta kita untuk memperingati kematianNya melalui perjamuan kudus dan juga memerintahkan kita untuk pergi ke seluruh dunia dan membaptis orang dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Yesus bahkan tidak pernah memerintahkan kita merayakan Natal. Tapi, mengasihi ? Dia mendahului instruksiNya dengan kata-kata "Inilah perintahKu kepadamu."
Kita mungkin saja punya segudang dalih untuk berdebat soal apa yang halal apa yang haram, apa yang sah atau tidak sah mengenai baptisan, apa yang terjadi pada orang-orang kudus pada hari penghakiman,...dan seterusnya, tetapi tentang "saling mengasihi" tak ada peluang sedikit pun untuk mempersoalkannya.
Janganlah ada di antara kita mencari alasan apa pun untuk menghindar dari perintah itu. Mari kita saling mengasihi setiap saat, itulah tanda bahwa kita mengikut perintah Yesus. Maka, sukacita besar akan menjadi milik kita.
14 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.