Dua hari lalu ada berita di koran tentang sepasang suami isteri di Amerika Serikat yang melakukan bunuh diri setelah membunuh kelima anak mereka. Alasannya : putus asa setelah mereka berdua di PHK dari tempat mereka bekerja.
Ini mengingatkanku tentang kejadian tahun lalu ketika seorang bapak Batak Kristen yang juga membunuh putranya, kemudian bunuh diri setelah bertengkar dengan istrinya dan merasa dirinya sebagai suami yang gagal.
Ada banyak kejadian sejenis : orangtua membunuh anak-anak mereka, karena merasa itu adalah yang terbaik bagi anak-anak itu setelah orang-tuanya merasa tidak mampu lagi melanjutkan hidup dalam kondisi/permasalahan yang sedang dia hadapi.
Benarkah orang-tua berhak mengambil nyawa anak-anaknya? Benarkah kita berhak menentukan sendiri kapan kita mau mati ? Kita kah pemilik roh yang ada di dalam tubuh kita?
31 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.