Apa yang dicari orang ?
"Hamoraon, hagabeon, hasangapon ido dilului na deba....
....
anggo di ahu tung asing do sinta-sinta, asing pangidoanhu
....
tung holong ni roham do sambing na huparsinta-sinta"
(Lagu "Alusi Au")
Seorang bapak, pensiunan pejabat menegah dari sebuah departemen di negeri ini, mengeluh kepada temannya bahwa dia merasa hidupnya belum lengkap sebagai orang Batak, karena 'meskipun pernah menapaki karir yang baik, cukup berpunya (memiliki tempat tinggal di daerah elit), cukup terpandang (dianggap sesepuh di kalangan marganya), tetapi.... masih ada anaknya yang belum menikah, dan hingga kini belum ada satu pun pahompu dari anaknya yang sudah berrumah tangga.'
Amang ini kadang-kadang stress memikirkan kondisi ini. Baginya, memiliki anak cucu yang banyak ("marpinompar na godang" sebagai wujud hagabeon) adalah sesuatu yang sangat dicita-citakannya. Di usia yang semakin senja, dia merasa cita-cita itu semakin kecil kemungkinan tercapai. Menurutnya, Alkitab juga menunjukkan bahwa keturunan yang banyak adalah berkat Tuhan dan amanah Tuhan.
Benar juga ya. Tetapi, apakah setiap orang mendapat berkat dan amanah itu ?
Sepanjang yang kubaca di Perjanjian Baru, tidak ada penekanan tentang amanah berkembang biak seperti yang dituliskan di awal penciptaan. Tidak pernah disebut-sebut bahwa orang-orang percaya mendapat berkat berlimpah dengan jumlah anak cucu yang banyak. Yang ada ialah, "kepada mereka ditambahkan jumlah orang percaya". Tidak ada segurat tulisanpun mengenai anak dan cucu para rasul.
Jadi, layakkah kita stress (menyesali hidup dan Tuhan, mencari dosa yang belum diakui, menyalahkan anak dan menantu....) karena belum beroleh cucu ? Tidakkah waktu yang ada lebih baik digunakan untuk menikmati kebahagiaan karena Tuhan telah memberikan begitu banyak dalam hidup (isteri yang setia, anak-anak yang telah dewasa, karir yang dapat diselesaikan dengan mulus....) dan berbagi dengan banyak orang ? Mengapa kita harus selalu menuntut lagi...dan lagi...dan lagi... untuk diri sendiri ?
Orang-orang Batak yang dibesarkan dalam lingkungan Kristen sebenarnya tidak asing dengan berbagai ayat Alkitab yang mengajarkan apa yang penting dalam hidup, termasuk "Cari dahulu kerajaan Allah dan KebenaranNya." Tetapi, ya, alasan yang umum terdengar adalah "darah dan budaya Batak masih kental dalam diriku, jadi...ukuran pencapaian dalam hidup adalah hamoraon, hagabeon, hasangapon".
Pertanyaan : Apakah jika telah mencapai ketiga hal tersebut seseorang akan bahagia ? Jawaban : Ya, orang-orang akan mengatakan "na martua ma halak si songon i, dapotan arta, sangap dohot gabe."
Think again. Begitukah cita-cita yang layak dikejar dalam hidup ? Apakah memiliki semuanya itu akan memberikan kebahagiaan ? Apakah bahagia itu ?
18 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.