Ada hal yang sedikit aneh kulihat pada kebaktian rutin atau kebangunan rohani yang diiklankan di koran atau di spanduk dan pamflet di pinggir jalan. Seringkali dalam undangan kebaktian tersebut ditonjolkan akan kehadiran artis atau selebriti Kristen. Atau, ada juga yang menonjolkan pendetanya yang mantan xxxyyyzzz yang telah bertobat. Undangan tersebut kental dengan gimmick pemasaran untuk menarik orang datang. Nama jemaat gerejanya dan motto jemaat tersebut pun kadang-kadang beraroma superlatif (serba hebat, super terpilih,...). Yang lebih mengejutkan adalah seringnya muncul kata-kata "Gratis". Ya,....,apa-apaan ini? Sejak kapan ikut kebaktian perlu bayar? Apakah persembahan dianggap sebagai bayaran untuk menghadiri kebaktian (karena ada artisnya).
Konon, KKR atau apapun nama kebaktian yang dilakukan secara secara besar-besaran ini sering dibanjiri oleh pengunjung. Banyak orang disembuhkan. Kabarnya, banyak orang bertobat dan menerima Kristus. Puji Tuhan.
Tetapi, lihatlah juga banyaknya orang-orang yang meninggalkan Kristus. Aku bukan bicara hanya tentang orang yang nyata-nyata menyangkal iman kepada Kristus (menjadi bukan Kristen secara formal), tetapi juga tentang orang-orang yang hingga saat ini tetap terdaftar sebagai Kristen tetapi menghidupi kekristenannya secara nominal (Kristen = gereja dan natal). Orang yang disebut belakangan ini adalah orang-orang yang mengikut orang yang mengikut Yesus. Karena keluarga besarnya Kristen, maka jadilah mereka Kristen. Tetapi, mereka tidak pernah sungguh-sungguh mengenal Yesus. Nah, ketika lingkungan barunya (karir, bisnis, pacar) mepersyaratkan penerimaan atau kemudahan jika meninggalkan iman Kristen, maka dengan mudah mereka 'tukar perahu'. Ketika ada sosok kondang meninggalkan iman Kristianinya, ada pengajaran lain yang berbeda dengan apa yang biasa dipahaminya, atau orang yang selama ini dia jadikan panutan tidak lagi tampak 'sesuci' sebelumnya, dia mulai meragukan imannya sendiri.
Pernah aku bertanya dalam hati : Jika setengah dari orang yang disebut Kristen sekarang meninggalkan imannya, apakah aku masih meyakini apa yang kuyakini saat ini ? Jika seorang pendeta yang telah menobatkan puluhan ribu orang tiba-tiba mengatakan bahwa dia keliru dan iman lain adalah yang benar, apakah aku masih mempertahankan imanku? Jika tinggal 1 juta orang di seluruh dunia yang masih percaya kepada Kristus, apakah aku ada di antara mereka yang bertahan ? Bagaimana jika tinggal 100.000 orang ? Atau tinggal 1000 orang ? Atau tinggal 100 orang ? Apakah iman kepercayaanku tergantung pada jumlah mereka yang berkeyakinan sama ? Akankah aku akan seperti kambing yang bebal mempertahankan sesuatu yang sudah ditolak oleh ratusan juta orang ? Atau, akankah mataku tertuju kepada Dia dan kakiku melangkah mengikut Dia yang telah menyelamatkanku, whatever men may say?
Kembali ke cerita KKR, selebriti dan marketing gimmicknya. Berapa banyakkah di antara murid Yesus yang merupakan selebriti pada zamannya? Bukankah andalan mereka satu-satunya adalah keinginan yang kuat menyampaikan Injil Kerajaan Allah, baik atau buruk waktunya ? Injil tersebut tidak perlu dikemas dalam balutan slogan buatan copywriter biro iklan. Injil tersebut tidak perlu disajikan oleh artis yang sohor dengan sinetron yang memiliki rating tinggi. Injil tersebut tidak perlu dipresentasikan dengan peralatan multimedia yang spektakuler. Semua pernik-pernik yang mencoba memikat tersebut potensial menjadi berhala yang mengambil tempat Allah Yang Maha Tinggi.
Baiklah kita mengikut Yesus, bukan mengikut orang yang - katanya - pengikut Yesus. Roh Kudus saja yang dapat menuntun orang untuk mengakui bahwa Yesus adalah tuan di atas segala tuan. Setiap manusia telah diberi hati dan akal budi untuk mengenal Dia dan tirai bait Allah telah terkoyak untuk memberi kesempatan bagi tiap-tiap orang berdoa dan bertemu langsung dengan Allah. Kepercayaan yang didasarkan oleh pesona pemimpin, trik pemasaran dan manipulasi psikologi massa akan berakhir pada penyangkalan kepada Kristus 'sebelum ayam berkokok tiga kali.'
16 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.