Lama tak berjumpa dengan seseorang, setelah bertukar salam dan kabar, orang-orang dewasa biasa bertanya,"Sibuk apa sekarang?"
Biasanya, jawaban yang keluar adalah berkaitan dengan kegiatan proyek-proyek yang sedang berjalan, tugas kantor, atau rutinitas bisnis (untuk yang aktif bekerja) atau berbagai kegiatan kemasyarakatan (untuk halak Batak yang sudah pensiun, khususnya ulaon adat).
Untuk apa dan siapakah semua kesibukan itu kita jalankan ?
Apakah kita sedang mengumpulkan uang 'cukup' (btw, please define 'cukup') untuk mencapai tingkat hidup tertentu (yaitu : ukuran dan fasilitas rumah yang kita huni, jumlah dan merk mobil yang kita kendarai, frekuensi dan lokasi liburan etc,etc) ?
Ataukah kita memerlukan uang untuk menjamin hidup di waktu akan datang (perlu uang berjaga-jaga kalau perlu untuk tindakan medis di Singapura atau Amerika ? bayar premi asuransi ? dana abadi dalam deposito ? warisan untuk satu atau dua generasi ke depan ? imperium bisnis yang akan bertahan 100 tahun ?)
Akh, sibuk maradat...Untuk berpartisipasi sukarela atau terpaksa ?
Apakah segala kesibukan kita akan membawa kita kepada suatu yang berharga saat ini dan di masa yang akan datang ?
Ketika tiba hariNya, sanggupkah kita menjawab mengenai pertanggung-jawaban yang diminta dari kita ? Mungkinkah berbagai kesibukan itu membuat kita lupa melakukan hal yang paling penting dalam hidup, sehingga Raja itu berkata :
Matius 25:42-43
Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku
Sibuk apa sekarang?
29 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.